live boldly, with no fear

forever a happy soul

Posesif

Halo semuanya!

Udah setahun lebih ga ngeblog and I’m back. So untuk memulai menulis lagi sambil menghilangkan kekakuan, saya mau cerita sedikit tentang film yang terakhir saya tonton aja, oke?
Salah satu aplikasi andalan yang terinstall di hp android saya adalah Cinema 21. Sebagai seorang employee perantauan yang masih punya cukup waktu luang, memantau apdetan film terbaru adalah salah satu hobi yang masuk akal untuk dilakukan. Penggunaan aplikasi Cinema21 ini cukup mudah dan fleksibel, bisa lihat film yang sedang tayang, trailer, bahkan yang coming soon. Bisa lihat film berdasar lokasi bioskop, dari pilihan kota dimana tempat kita sedang berada.
Singkat cerita, saat sedang pulang ke jogja kemarin, saya menyempatkan diri untuk nonton dengan adek di empire xxi. Karena sedang tidak ingin nonton film berat apalagi horror, jadilah kami (ide saya sih) memilih salah satu film indonesia bergenre drama/romance untuk usia 13+ kalau tidak salah. Sedikit random tapi tentunya saya cukup tertarik setelah melihat trailernya.
Saat itu saya belum tahu kalau film tersebut mendapatkan 10 nominasi untuk piala FFI, dan sekitar dua hari setelah saya nonton, benarlah 3 dari 10 nominasi tersebut memenangkan piala citra, di bagian kategori Best Leading Actress (Putri Marino), Best Supporting Actor (Yayu A. W. Unru) dan Best Director (Edwin). Well fair enough, I thought they deserve those 10 nominations. mungkin emang udah rejeki & hokinya mereka ya, mengingat film ini baru aja naik layar bioskop-bioskop besar bulan oktober 2017, padahal film2 yang diseleksi adalah yang tayang dari Oktober 2016 hingga September 2017, kata juri nya sih karena film ini sempat diputar di beberapa bioskop mikro dan dihadiri oleh anggota asosiasi profesi, makanya bisa masuk nominasi. Best Leading Actressnya yang notabene pertama kali main film bahkan langsung mengalahkan nominasi-nominasi jagoan lain seperti Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, Tatjana Shaphira, & Sheryl Sheinafia. Tapi emang setelah nonton, I adore her, si pemeran utama wanita film ini.

Untuk film berdurasi 1 jam 42 menit, secara keseluruhan pesannya cukup bisa ditangkap sih, walaupun di scene awal proses perkenalan 2 pemeran utama di cerita ini dibuat singkat, karena lebih menekankan konflik-konflik pasca perkenalan dan pendekatan which is good dan segar temanya, menurut saya.
Saya dan adek sempat wondering sih, tentang sosok Ayah yang ketika scene di ‘rumah’ dan di ‘tempat latihan’ terlihat sedikit berbeda karakternya, tapi setelah sampai ending saya rasa peran tersebut secara keseluruhan bisa diterima. Buktinya, pemeran Ayah juga lolos jadi juara. ^^

Salah satu faedah yang bisa diambil setelah liat film ini sampai tuntas sih, kaya liat cermin, kita bisa mencoba mengukur diri kita sendiri bagaimana berperilaku saat berkomitmen dengan orang lain. Walaupun film ini temanya masih cinta monyet ya, yang seharusnya memang perlu lebih banyak melibatkan logika. Nggak grasa-grusu kabur sama pacar sampe mengorbankan kuliah gitu kan. hehehe..

 

IMDb Rate : 8/10

Categories: daily

Tags: , , , ,

2 replies

  1. veee..kangeen..*oranyambungsamapostingan :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s