live boldly, with no fear

forever a happy soul

journal #4

 

U are what u eat. U are what u read. U are what u do.

Gimana penjelasannya, silakan diinterpretasikan sendiri2. Saya rasa semua orang cukup mengerti.

Petang tadi gw memulai misi ‘mari membaca’ gw dengan sebuahappetizeryg gw rasa ringan untuk mengalahkan rasa malas. Timeline. Ya, istilah yang akrab dengan para indonesian social media (which is made by western) user dari kalangan esmud hingga anak sekolahan ini sering oleh mereka (kaya gw engga-.-) hanya disebut TL. [bagi pembaca yang (mungkin aja^^) bergumam “iye, lw pikir ane ngga tau”], gw asumsikan tulisan ini pada 1.632 bulan ke depan akan dibaca seorang siswa kelas 2 sekolah dasar yang sedang browsing mengenai “perkembangan dunia t*itter di tahun 2012”, sehingga ia paham apakah definisi TL. #uhuk

Setelah baca sana baca sini, stalk sana stalk sini :p, perhatian gw tertuju pada satu akun yg sempat booming beberapa waktu lalu. Menjadi hiburan, bahan bercandaan para rekan pegawai ketika tersedia sedikit waktu senggang. Awalnya gw mesem2 juga ‘mendengar’ lelucon2 yang bersumber dr account tersebut, namun tidak lama terasa juga aroma komporasi, eh, provokasinya di sana. (semoga bukan su’uzon semata)

Gw ga akan membahas telusuran tentang akun itu lebih mendalam. Ga ada gunanya juga. Hanya alangkah lebih baiknya jika setelah gw nulis ini kita bisa lebih selektif lagi menanggapi berbagai wacana baik issue serius maupun yg hanya berwujud joke2 yg membawa2 nama korps yg justru seharusnya kita banggakan. Hahaha. Lebai ya gw. Cuma lucu aja kalau tanpa sadar kita nge’bully’ diri sendiri. Banyak kok cara lain untuk have fun :) semoga analisis gw ga salah ya, tweeps.

Hal lain yg pengen gw share juga adalah soal pencitraan. Kata yang udah hampir bosen gw denger belakangan. Sejauh yg gw tangkep mungkin maksudnya adalah semacam pembentukan image, baik itu personal maupun instansi (corporate). Kalau dalam politik, mungkin saja hal itu berlaku ya, tapi bagi saya, salah satu anggota masyarakat awam yg lebih condong untuk melestarikan budaya berpikir positif, mbok ya o.. awake dewe ki nyemangati nek ono wong liyo arep maju. Maksud saya adalah, just make an achievement, more and more, step by step to the highest level. Kalau sedikit2 kita sebut pencitraan, menurut saya, kita bisa terjebak untuk stuck pada standar yang orang lain ciptakan. Allahua’lam.

Kesimpulan dari postingan kali ini sebagai pamungkas dari pembahasan di atas adalah pentingnya kita memiliki penghargaan diri (self-esteem).

Harga diri adalah evaluasi individu terhadap dirinya sendiri baik secara positif maupun negatif (Santrock, 1998).

Nah, sebagai subjek sekaligus objek dalam penilaian atau evaluasi tersebut, kita selayaknya dapat mengukur sejauh mana kita dapat memaksimalkan potensi yang kita punya, mensyukuri segala yang telah dianugerahkan oleh-Nya. saya ngga sedang ngomongin sesuatu yang normatif dan text book ya, ini riil, karena ada kalanya saya berada pada titik terbawah di mana saya tidak cukup memiliki keyakinan diri bahwa saya adalah penting, saya adalah anugerah bagi mereka, orang tua, yang sangat menyayangi saya TT.TT (aaaaa. gw ga bermaksud curcol tadinyaa *facepalm).

So mates, kitalah yang menciptakan persepsi, bukan sebaliknya. Tinggi rendahnya nilai evaluasi tadi, kita juga yang menentukan, dilihat dari bagaimana kita dapat menghargai yang kecil, karena tidak ada hal yang besar tanpa kumpulan aspek2 kecil yang penting. Detail is important :)

Gimana kita bisa dihargai oleh orang lain, kalau kita ngga mampu menghargai diri sendiri? Iya kan temans…….? Now it’s time to the main course :D

Categories: daily

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s